Keterpurukan

Tengah malam yang hanya ditemani bunyi derungan komputer, dan similir angin yang tiada hentinya.

Sudah satu bulan terakhir ini, alam bawah sadarku selalu memikirkannya, mengkhawatirkan dirinya. Ingin hati mencari kabar berita terbaru tentangnya, tapi tak pernah sedikitpun kubiarkan diri ini membuka kotak pandora yang telah lama kusimpan di hatiku. Kotak yang takkan ingin kubuka, meski hanya sedikit.

Entah pikiran apa yang mengambil alih semua kendali otak ini. kubuka halaman miliknya, halaman yang sebenarnya tak bisa kulihat dari halamanku. foto itu, senyum itu, kembali mengeluarkan seluruh isi kotak pandoraku.

Menghancur leburkan semua perasaan ini, semua pertahanan ini. Tetes demi tetes air mata tak terbendungpun keluar tanpa bisa tertahan. Ini kah yang selama ini kutahan? Inikah yang selama ini kututupi dari diriku sendiri??

Diam dalam bisu..

Diam dalam keterpurukan diriku sendiri..

Diam dalam dinginnya angin malam, yang membekukan seluruh pikiran dan perasaan ini..

Terpikir sebuah kalimat dalam otak ini “Kapan berbaikan dengan masa lalu?”

Pertanyaan itu tak pernah bisa aq jawab, tak pernah bisa aq temukan sebuah kalimat yang benar2 menjawab pertanyaan itu.

Kenapa begitu sulit untuk berbaikan dengan masa lalu? Dengan berbaikan itu keterpurukan ini akan berakhir.

~ oleh zeetyana pada Juni 21, 2010.

2 Tanggapan to “Keterpurukan”

  1. wah…

    mungkinmasa lalunya terlalu kelam ya???

    atau terlalu sakit???

    salam hangat…

    • engga koq.
      hanya bagian dari imajinasi.
      mencoba mengerti perasaan orang yang mungkin ingin berbaikan dengan masa lalu mereka ^_^

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.